Showing posts with label plak. Show all posts
Showing posts with label plak. Show all posts

Sunday, July 13, 2014

CARA MENGIKIS PLAK DALAM PEMBULUH DARAH MANUSIA

Faktor penyebab Sumbatan dan Penyempitan Pembuluh Darah adalah plak dalam darah. Plak merupakan penyebab utama terjadi hal tersebut.

Seiring perkembangan teknologi kedokteran, tingkat kematian penderita penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah makin bisa ditekan. Tindakan pencegahan juga bisa dilakukan sejak dini. Ada berbagai metode yang bisa diaplikasikan untuk mengatasi masalah ini, antara lain:

Mengkonsumsi obat.

Hingga kini belum ada obat-obatan yang bisa mengikis plak dalam pembuluh darah. Namun, penyumbatan yang diakibatkan oleh darah yang menggumpal ‘trombosis’ akibat pecahnya pembuluh darah yang rapuh, seperti yang biasanya terjadi pada serangan jantung akut atau serangan stroke akut dapat diatasi dengan obat-obatan seperti heparin atau streptokinase. Pemberian obat penurun kolesterol (golongan statin) juga mempunyai efek baik, yaitu menguatkan dinding pembuluh darah (endotel) yang rapuh. 

Percutaneous Coronary Intervention (PCI) 
PCI adalah tindakan medis yang tujuannya untuk melebarkan bagian pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat dengan menggunakan alat-alat dan metode tertentu. Prodesur pertama yaitu dengan memakai alat yang dalam dunia medis lazim disebut Angiografi, di mana seorang dokter spesialis akan memberikan zat kontras yang dimasukkan melalui kateter ke dalam tubuh pasien. Tujuannya untuk mendiagnosa secara tepat mulai dari luas, letak, maupun derajat penyempitan yang terjadi dalam pembuluh darah. Setelah penyempitan pembuluh darah diketahui dan dianalisa secara tepat, maka akan dilanjutkan dengan tindakan sebagai berikut:
  1. Saat sumbatan pembuluh darah sudah mencapai tahap parah, biasanya pasien akan dianjurkan untuk dilakukan Angioplasty.
    Angioplasty atau balonisasi adalah tindakan medis yang bertujuan untuk melebarkan penyempitan pembuluh darah dengan kateter yang pada ujungnya terdapat alat sejenis balon. Tepat di daerah penyempitan balon akan dikembangkan dengan cairan yang mengandung NaCl sehingga penyempitan pun akan terbuka.
  2. Setelah pembuluh darah telah dibalonisasi, akan dilanjutkan dengan pemasangan stent/ring/cincin penyangga yang berfungsi menjaga agar pembuluh darah yang sudah melebar tidak kembali menyempit lagi. 
  3. Rotablation: tindakan pengeboran kerak dalam pembuluh darah untuk menghancurkan plak. Prosedur pengeboran dilakukan menggunakan kateter dengan mata bor halus yang menempel pada ujungnya. Rotablator dikendalikan oleh sebuah mesin yang bisa mengatur putaran rpm sesuai dengan yang diperlukan untuk menembus kerak. 
  4. Directional Atherectomy. Selain memakai rotablator, untuk mengikis plak dalam pembuluh darah seorang dokter spesialis dapat pula melakukan directional atherectomy, mengerok dan menyedot keluar kerak yang berada dalam pembuluh darah. 

Tuesday, July 8, 2014

Penyumbatan Plak Pada Pembuluh Darah

Penyumbatan di pembuluh darah bisa berakibat sangat fatal. Mulai dari serangan jantung, stroke hingga kematian!!

Menurut dr. M. Abbas, Sp.JP, seorang kardiologis dari Omni Hospital, penyumbatan pembuluh darah bisa mengakibatkan kekurangan pasokan aliran darah pada otot jantung. Dampaknya akan timbul rasa nyeri yang hebat pada area dada (Angina Pectoris) dan berakhir pada kematian mendadak.

Penyumbatan plan pada pembuluh darah dapat terjadi hampir di semua bagian tubuh. Tapi yang lebih menyebabkan kematian adalah bila terjadi di jantung dan otak. Jika terjadi di daerah jantung bisa menyebabkan serangan jantung (Infark). Kalau penyumbatan terjadi di daerah leher hingga otak, bisa memicu stroke. Penyumbatan plak juga bisa terjadi pada daerah kaki (Claudicasio), bisa terjadi juga di ginjal yang akhirnya bisa menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Begitu kata dr. Abbas.

Biang kerok dari semua penyumbatan itu adalah "sampah" yang sering disebut-ebut bernama plak.
Apa itu plak?
Seperti saluran irigasi, pembuluh darah merupakan bagian dari sistem sirkulasi yang menyalurkan nutrisi, oksigen dan berbagai elektrolit yang dibutuhkan oleh sel dan organ di tubuh, serta berperan pula membawa zat hasil sisa metabolisme. Jalannya aliran darah dalam pembuluh darah terganggu oleh adanya endapan atau deposit lemak yang menempel di dinding dalam (endotel), dan inilah yang disebut Plak.
"Dinding pembuluh darah yang dipenuhi plak, tentu saja akan menyempit dan kalau jumlahnya makin banyak bisa menyebabkan penyumbatan. Akibat lain, lapisan endotel pun bisa menjadi rapuh. Bila lapisan endotel pecah (plaque fracture), dan akan terjadi penggumpalan darah pada area tersebut. Gumpalan darah pada area tertentu bisa menyumbat total pembuluh darah". Dr. Abbas berkata "diameter pembuluh darah yang menyempit lebih dari 50%, dan akan menyebabkan defisit aliran darah pada pembuluh tersebut."

Menurut Dr.Abbas lagi, penyempitan pembuluh darah akan dialami semua orang. Hal ini merupakan proses degeneratif, seiring semakin tuanya umur seseorang. Tapi jika seseorang menjalani pola hidup sehat, kondisi ini mungkin baru akan terjadi pada usia 80-90 tahun. Sayangnya, terkadang hal itu datang lebih awal.

Berikut ini beberapa faktor resiko yang dapat mempercepat proses penyempitan dan penyumbatan plak pada pembuluh darah:
  1. Kadar kolesterol total dan LDL tinggi --> Selain asupan makanan, faktor keturunan juga bisa menyebabkan seseorang memiliki kadar LDL tinggi,
  2. Penderita diabetes --> Penyakit diabetes dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan kolesterol, hingga dapat meningkatkan kadarnya dalam darah. Diabetes juga bisa menyebabkan kerusakan endotel (disfungsi endot) sehingga plak akan lebih cepat terbentuk,
  3. Stress --> Jika terjadi peningkatan hormon "kortisol" yang melebihi batas normal maka bisa memicu stress dan meningkatnya kadar LDL dalam darah
  4. Tekanan darah tinggi (Hipertensi) --> Semakin tinggi tekanan darah seseorang, maka gesekan antara aliran darah dengan dinding pembuluh darah akan semakin tinggi. Akibatnya dinding pembuluh darah lecet (inflamasi) yang menyebabkan peradangan, penebalan, dan bisa berakhir pada pengapuran
  5. Rokok --> Merokok dapat menyebabkan timbulnya penyakit arteriosklerosis, yaitu menebal dan mengerasnya pembuluh darah. Sehingga bisa menyebabkan elastisitas pembuluh darah menjadi hilang. Ini dapat berujung pada penyumbatan

www.zonasmartdetox.com